Lhokseumawe – Setiap Senin hingga Kamis pagi, RSUD Cut Meutia Aceh Utara ramai dengan pasien kanker dari Langsa, Bireuen, Bener Meriah, hingga Lhokseumawe, yang menjalani kemoterapi di unit khusus rumah sakit. Layanan kemoterapi ini kian dipercaya sebagai pusat perawatan kanker di Aceh.
Layanan didukung dua dokter bedah subspesialis onkologi, satu dokter bedah digestif, satu dokter paru subspesialis onkologi, empat perawat terlatih, dan tim farmasi. Direktur RSUD Cut Meutia, dr. Syarifah Rohaya, Sp.M, mencatat peningkatan pasien kemoterapi: 928 (2021), 1.025 (2022), 1.064 (2023), dan 1.119 (2024), dengan rata-rata 100–120 pasien per bulan. “Kami berkomitmen berikan pelayanan medis dan emosional,” ujarnya. pada 21 Mei 2025
Kemoterapi berlangsung 3–4 jam per sesi dengan 11 tempat tidur khusus, operasional Senin–Kamis mulai pukul 08.00. Hari Jumat untuk sterilisasi ruangan. “Kenyamanan pasien prioritas kami. Evaluasi rutin dilakukan untuk atasi kendala,” kata dr. Harry Laksamana, Humas RSUD Cut Meutia.
Pendekatan empati diterapkan untuk meredakan kecemasan pasien dan keluarga. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mendukung penguatan fasilitas kemoterapi, memastikan pasien mendapat layanan terbaik tanpa rujukan ke luar daerah. “Kami maksimalkan sumber daya untuk layanan optimal,” tutup dr. Harry. (ADV)















Komentar