News
Beranda » Berita » Jaringan Aneuk Syuhada Aceh: Ketua BRA Jamaluddin Banyak Berkhayal, Nihil Realisasi untuk Korban Konflik

Jaringan Aneuk Syuhada Aceh: Ketua BRA Jamaluddin Banyak Berkhayal, Nihil Realisasi untuk Korban Konflik

BANDA ACEH – JASA melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Jamaluddin. Sejak menjabat pada tahun 2024, Jamaluddin dinilai hanya piawai dalam berwacana tanpa adanya kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak konflik.

​Jaringan Aneuk Syuhada Aceh menyatakan bahwa kepemimpinan Jamaluddin hingga saat ini tidak membuahkan prestasi apa pun. Sebaliknya, kondisi para korban konflik, mantan narapidana politik (Napol), dan tahanan politik (Tapol) justru semakin terabaikan di bawah arahannya. Selasa (14/4/2026).

Sudah dua tahun BRA dipimpin oleh jamaluddin, tidak ada satu pun program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan ekonomi maupun sosial korban konflik dan Tapol/Napol.

Selama ini, BRA di bawah Jamaluddin dinilai hanya sibuk mengumpulkan data korban konflik secara berulang-ulang tanpa pernah menindaklanjutinya dengan bantuan atau pemberdayaan yang konkret.

Juru Bicara JASA, Datul Abrar menilai Jamaluddin lebih banyak berbicara tentang rencana-rencana yang tidak realistis dan bersifat “khayalan” daripada fokus pada eksekusi anggaran dan program kerja yang mendesak.

Mualem Siapkan Haji Maop dan Pon Yaya Pimpin DPRA

​”Kami melihat Ketua BRA saat ini terlalu banyak menghayal dan membangun angan-angan. Beliau banyak ngomong di media, tapi fakta di lapangan nol besar. Jangan jadikan penderitaan korban konflik sebagai komoditas untuk meminta data saja, sementara realisasinya tidak pernah ada,” ujarnya.

​Kekecewaan ini bukan tanpa alasan. Banyak keluarga korban konflik dan mantan Napol/Tapol yang menaruh harapan besar pada lembaga BRA sebagai instrumen perdamaian dan kesejahteraan pasca-MoU Helsinki.

Namun, gaya kepemimpinan Jamaluddin dianggap justru menjauhkan lembaga tersebut dari marwah aslinya.

​Jaringan Aneuk Syuhada Aceh mendesak agar ada evaluasi menyeluruh terhadap jabatan Ketua BRA. Aceh membutuhkan sosok yang mampu bekerja dengan aksi nyata, bukan sekadar retorika yang memberikan harapan palsu bagi mereka yang telah lama berkorban demi daerah ini. Tutupnya.

Satu Tahun Kepemimpinan Panglima Kombet, Majelis GAM Daerah III Samudera Pase Tegaskan Kesetiaan Satu Komando

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *