ACEH UTARA — Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara turut ambil bagian dalam rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800 Tahun 2026 yang dipusatkan di Lapangan Upacara Landing, Lhoksukon, Senin (7/9/2026).
Partisipasi DPRK Aceh Utara tidak hanya ditunjukkan melalui kehadiran pimpinan dan anggota dewan, tetapi juga dengan menampilkan kekayaan adat, budaya serta potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) daerah melalui stan DPRK.
Rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800 tahun diawali dengan upacara peringatan pada pukul 08.00 WIB di Lapangan Upacara Landing. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada malam hari sekitar pukul 19.30 WIB dengan acara pembukaan Milad Samudera Pasai ke-800 Aceh Utara Tahun 2026 di lokasi yang sama.
Pembukaan berlangsung dengan nuansa adat dan budaya Aceh yang kental. Tahun ini, peringatan mengusung tema “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat”, yang mengangkat semangat menjaga adat dan budaya Aceh sekaligus memperkuat nilai-nilai syariat Islam dalam kehidupan masyarakat.
Seluruh rangkaian acara pembukaan turut menggunakan bahasa Aceh dan menampilkan busana adat, sehingga suasana kegiatan semakin memperlihatkan identitas budaya daerah.
Pembukaan Milad Samudera Pasai ke-800 tersebut dipimpin Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. dan dihadiri Wakil Bupati Tarmizi, S.I.Kom., Ketua DPRK Aceh Utara Arafat, S.E., M.M., Sekretaris DPRK Aceh Utara Drs. Saiful Basri, M.AP., unsur pimpinan dan anggota DPRK bersama para istri, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten, kepala SKPK, camat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat serta undangan lainnya.
Salah satu perhatian dalam kegiatan tersebut adalah kehadiran 45 anggota DPRK Aceh Utara bersama para istri yang mengenakan busana adat Linto Baro dan Dara Baro.
Sementara itu, jajaran Sekretariat DPRK Aceh Utara juga mengenakan busana bernuansa etnik Aceh. Penampilan tersebut memperkuat suasana budaya dalam peringatan 800 tahun Samudera Pasai.
Selain mengikuti rangkaian kegiatan, Sekretariat DPRK Aceh Utara turut menghadirkan stan DPRK yang memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kelembagaan DPRK, Alat Kelengkapan Dewan (AKD), tugas dan fungsi DPRK, serta berbagai qanun yang berlaku di Aceh Utara.
Stan DPRK Aceh Utara juga menampilkan Timphan Teutoet, salah satu kuliner khas Kecamatan Banda Baro. Kehadiran kuliner tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi UMKM lokal kepada masyarakat yang menghadiri kegiatan Milad Samudera Pasai.
Sekretaris DPRK Aceh Utara menjelaskan, Timphan Teutoet sengaja ditampilkan karena memiliki keunikan dan menjadi salah satu kuliner khas masyarakat Banda Baro.“Timphan Teutoet ini merupakan khas masyarakat Banda Baro yang sengaja ditampilkan dalam nuansa stan. Kuliner ini belum pernah ada di kecamatan lain,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran produk tersebut di stan DPRK menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan dan mengangkat potensi UMKM lokal agar semakin dikenal masyarakat luas.
Peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 Tahun 2026 menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sejarah dan kejayaan Samudera Pasai sekaligus memperkuat kecintaan terhadap adat dan budaya Aceh.
Melalui keikutsertaan dalam rangkaian kegiatan tersebut, DPRK dan Sekretariat DPRK Aceh Utara turut mendukung pelestarian sejarah serta budaya daerah, sekaligus mendorong pengenalan potensi UMKM yang menjadi bagian dari kekayaan dan identitas masyarakat Aceh Utara.
Semangat tersebut sejalan dengan tema “Tajaga Adat, Tapeukong Syariat”, yang menempatkan pelestarian adat dan penguatan nilai-nilai syariat sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Aceh. (ADV)











Komentar