ACEH UTARA – Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Aceh Utara, menyatakan dukungan penuh terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang baru-baru ini melontarkan wacana pemisahan Aceh dari pemerintah pusat.
Dalam pernyataan resminya, JASA menilai langkah Ketua DPRA tersebut sebagai sikap yang berani dan merupakan bentuk aspirasi rakyat Aceh yang menginginkan perubahan signifikan demi kemajuan daerah. Jum’at (5/9/2025).
“Pernyataan Ketua DPRA adalah suara keberanian yang selama ini terpendam. Ini bukan sekadar retorika politik, tapi panggilan nurani untuk memperjuangkan hak-hak Aceh yang kerap diabaikan oleh pusat,” ujar Ketua JASA, Muchlis Said Adnan.
Menurut JASA, selama ini otonomi khusus Aceh belum memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan rakyat. Pemerintah pusat dinilai terlalu banyak campur tangan dan tidak menghormati kekhususan Aceh sebagaimana diatur dalam perjanjian Helsinki.
“Kami menilai, sudah saatnya Aceh mempertimbangkan opsi-opsi yang lebih berani untuk memastikan masa depan rakyatnya. Apa yang disuarakan Ketua DPRA adalah bentuk kekecewaan yang sangat wajar,” tambah Muchlis.
JASA juga mengecam keras pernyataan Teuku Sukandi Ketua PETA yang mendesak agar Ketua DPRA segera diganti. Menurut JASA, pernyataan Teuku Sukandi dapat memancing dan memperkeruh suasana, selama ini kami cukup menahan diri untuk menjaga perdamaian dengan ormas ormas lain. Tapi jika teuku sukandi melontarkan kalimat yang menghadang kebebasan berpendapat orang lain. Maka kami tidak segan segan mencari dan memberi pelajaran kepada dia. Tutupnya















Komentar