News
Beranda » Berita » Poliklinik Saraf RSUD Cut Mutia Aceh Utara Jadi Pusat Layanan Kesehatan Saraf

Poliklinik Saraf RSUD Cut Mutia Aceh Utara Jadi Pusat Layanan Kesehatan Saraf

dr. Harry Laksamana, M.A.P, Humas Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara

Lhokseumawe – Poliklinik saraf di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Mutia, Aceh Utara, menjadi salah satu layanan rawat jalan yang paling ramai dikunjungi pasien. Menurut dr. Harry Laksamana, setiap hari poliklinik ini melayani antara 100 hingga 150 pasien, baik pria maupun wanita, yang membutuhkan perawatan untuk berbagai keluhan saraf. Tingginya animo masyarakat ini mencerminkan pentingnya layanan kesehatan saraf di wilayah Aceh Utara dan sekitarnya.

Layanan poliklinik saraf di RSUD Cut Mutia beroperasi pada hari kerja dan ditangani oleh empat dokter spesialis saraf yang berpengalaman. “Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pasien yang datang dari berbagai daerah, seperti Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, hingga Kota Langsa,” ujar dr. Harry pada Senin (10/02/2025). Ia juga menegaskan bahwa penyakit saraf termasuk dalam 10 besar penyakit yang paling sering ditangani di rumah sakit tersebut, menunjukkan tingginya prevalensi gangguan saraf di masyarakat.

Dari total 19 poliklinik yang tersedia di RSUD Cut Mutia, poliklinik saraf menjadi salah satu yang paling sibuk. Hal ini tidak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan mereka, terutama terkait gangguan saraf seperti stroke, epilepsi, atau nyeri saraf kronis. Selain itu, fasilitas yang memadai dan tim medis yang kompeten turut mendukung kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini.

Dr. Harry juga menyampaikan bahwa pihak rumah sakit terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan di poliklinik saraf. Salah satunya adalah dengan memastikan ketersediaan peralatan medis modern dan pelatihan berkelanjutan bagi tenaga medis. “Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan diagnosis yang tepat dan penanganan yang optimal,” tambahnya. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi angka rujukan pasien ke rumah sakit di luar daerah.

Tingginya jumlah kunjungan ke poliklinik saraf ini menunjukkan bahwa RSUD Cut Mutia telah menjadi rujukan utama bagi masyarakat di Aceh dan sekitarnya untuk penanganan penyakit saraf. Ke depannya, rumah sakit ini berencana untuk terus memperluas akses layanan kesehatan, termasuk dengan menambah jumlah tenaga spesialis dan memperbarui teknologi medis. Dengan demikian, RSUD Cut Mutia diharapkan dapat terus memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat secara lebih luas dan efektif. (ADV)

Innalillahi, Pon Yaya: Mengenang Sosok Kharismatik Abu Len

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *