Politik
Beranda » Berita » Muslim Saleh Mundur dari Ketua, Kursi Pimpinan Kini Kosong Melompong!

Muslim Saleh Mundur dari Ketua, Kursi Pimpinan Kini Kosong Melompong!

BANDA ACEH – Muslim Saleh, S.H.I., M.M., secara resmi tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh terhitung sejak 12 Desember 2025. Pengunduran diri ini berkaitan erat dengan penunjukan mantan anggota DPR RI tersebut sebagai Komisaris di PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), salah satu perusahaan BUMN di bawah holding Indonesia Financial Group (IFG).

Kabar ini dikonfirmasi langsung oleh Sekretaris DPD Demokrat Aceh, Arif Fadillah. Ia membenarkan bahwa estafet kepemimpinan Muslim telah berakhir pada penghujung tahun lalu.

Meski posisi ketua sudah kosong, Arif menjelaskan bahwa hingga saat ini DPP Partai Demokrat belum menetapkan sosok Pelaksana Tugas (Plt) untuk memimpin Demokrat Aceh.

“Kami masih menunggu keputusan pusat mengenai siapa yang akan ditunjuk sebagai Plt Ketua. Memang ada beberapa nama yang muncul, namun keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan DPP,” ujar Arif pada Minggu (18/1/2026).

Posisi baru yang diemban Muslim di Jamkrindo menempatkannya dalam jajaran strategis BUMN penjaminan kredit terbesar di tanah air. Jamkrindo memiliki peran vital dalam mendukung UMKM melalui berbagai produk penjaminan seperti KUR dan KMK guna memperkuat akses finansial nasional.

Abu Dukon, Apresiasi Lobi Politik Mualem

Muslim Saleh sebelumnya dilantik oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada 7 Januari 2022 untuk masa bakti 2021-2026. Namun, masa kepemimpinannya berakhir lebih awal sebelum periode tersebut usai.

Berdasarkan data kilas balik:

* Pileg 2024: Di bawah kendali Muslim, Demokrat Aceh memperoleh 7 kursi di DPR Aceh. Sayangnya, Muslim sendiri gagal mempertahankan kursi DPR RI dari Dapil Aceh-2.

* Pileg 2019 (Periode Nova Iriansyah): Sebagai perbandingan, pada periode sebelumnya Demokrat Aceh sukses mengamankan 10 kursi DPR Aceh dan 2 kursi DPR RI.

Meskipun saat pelantikan Muslim berkomitmen untuk merangkul kader milenial guna mendongkrak perolehan kursi, hasil pemilu terakhir menunjukkan realita yang berbeda dari target yang telah ditetapkan.

Kisruh 4 Pulau: JASA Sebut Pemerintah Khianati MoU Helsinki, Ancam Akhiri Perdamaian

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *