News
Beranda » Berita » JASA Kecam Arogansi TNI di Pidie Jaya dan Kasus Logistik Aceh Utara: “Berpotensi Memicu Konflik Besar di Tengah Bencana”.

JASA Kecam Arogansi TNI di Pidie Jaya dan Kasus Logistik Aceh Utara: “Berpotensi Memicu Konflik Besar di Tengah Bencana”.

Ketua DPW JASA Aceh Utara, Muchlis Said Adnan

ACEH UTARA – Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) Kabupaten Aceh Utara, mengeluarkan pernyataan keras mengecam serangkaian tindakan oknum TNI yang dinilai arogan di Kabupaten Pidie Jaya, serta menyayangkan sikap Komandan Korem (Danrem) terkait insiden penjarahan logistik bantuan banjir di Aceh Utara.

​Ketua JASA Aceh Utara, Muchlis Sayed Adnan, menilai bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak hanya melukai hati rakyat, tetapi juga berpotensi menciptakan stabilitas keamanan yang rapuh dan memicu konflik besar di tengah situasi masyarakat yang sedang berduka akibat bencana banjir.

Terkait insiden yang terjadi di Pidie Jaya, JASA menilai sikap oknum aparat yang mempertontonkan kekuasaan di hadapan warga sipil adalah kemunduran bagi perdamaian Aceh.

​”Kami mengecam keras segala bentuk intimidasi dan sikap arogan yang ditunjukkan oknum TNI di Pidie Jaya. Seharusnya aparat hadir sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, terutama saat warga sedang kesulitan, bukan justru menunjukkan kekuatan yang memicu trauma masa lalu,” ujar Muchlis dalam keterangannya, Sabtu (20/12/2025).

​​Selain itu, JASA juga menyoroti kasus dugaan penjarahan logistik di Aceh Utara yang melibatkan oknum aparat.

Innalillahi, Pon Yaya: Mengenang Sosok Kharismatik Abu Len

JASA menyatakan kekecewaannya terhadap respons Danrem yang dinilai tidak tegas dan cenderung defensif dalam menangani kasus tersebut.

​”Logistik itu hak rakyat yang sedang tertimpa musibah. Jika benar terjadi penjarahan oleh oknum, ini adalah pelanggaran moral yang sangat berat. Kami mengecam sikap Danrem yang seolah-olah membiarkan masalah ini tanpa evaluasi mendalam. Ini bukan sekadar urusan perut, tapi urusan kemanusiaan dan etika institusi,” lanjut pernyataan tersebut.

​JASA mengingatkan semua pihak bahwa Aceh saat ini berada dalam kondisi sensitif akibat bencana banjir yang meluas. Ketegangan antara masyarakat dan aparat hanya akan memperburuk situasi.

​”Jangan pancing kemarahan rakyat. Tindakan arogan di tengah bencana adalah api dalam sekam. Jika ini terus dibiarkan tanpa tindakan tegas dari pimpinan TNI, kami khawatir akan terjadi eskalasi konflik besar yang merugikan perdamaian Aceh yang sudah kita jaga bersama.”

​Tuntutan JASA

Gubernur Aceh Tetapkan Perpanjangan Keempat Status Tanggap Darurat Bencana

​Dalam rilis tersebut, Jasa mendesak beberapa poin utama:

​Pangdam Iskandar Muda segera mengevaluasi kinerja personel di lapangan, khususnya di Pidie Jaya dan Aceh Utara.

​Tindakan hukum yang transparan terhadap oknum yang terlibat dalam tindakan arogan maupun dugaan penjarahan logistik.

​Permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat terdampak demi mendinginkan suasana.

​JASA menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada keadilan bagi masyarakat bawah yang menjadi korban arogansi kekuasaan.

Bunda Salma: Perpanjangan Status Darurat Adalah Kunci Percepatan Pemulihan Aceh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *