News
Beranda » Berita » Danrem 011/LW Ambil Paksa Bantuan Banjir: Kami Amankan Supaya Tidak Dijarah Ormas yang Bawa Bendera Terlarang!

Danrem 011/LW Ambil Paksa Bantuan Banjir: Kami Amankan Supaya Tidak Dijarah Ormas yang Bawa Bendera Terlarang!

LHOKSEUMAWE – Sejumlah anggota TNI di Aceh Utara mengambil bantuan logistik untuk korban banjir. Mereka menggunakan kendaraan bak terbuka untuk datang ke Pelabuhan Krueng Geukuh dan mengangkut sebagian bantuan dari sana.

Kemudian, anggota TNI tersebut melanjutkan perjalanan menuju gudang logistik di Pendopo Bupati Aceh Utara. Mereka juga mengambil sejumlah barang bantuan yang berada dalam pengawasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara.

Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (13/12/2025). Pengambilan bantuan tersebut sempat diwarnai ketegangan antara prajurit TNI dengan pengelola logistik.

Menurut informasi, sejumlah oknum TNI yang datang ke lokasi bersitegang dengan pejabat pengelola logistik. Disebutkan, di lokasi juga sedang berada Komisaris PT Pembangunan Aceh (PEMA), Firdaus Noezoela.

Bantuan yang “diangkut paksa” oleh beberapa anggota TNI tersebut, menurut sumber, dibawa ke Gedung KNPI Aceh Utara, yang terletak di Komplek Markas Korem 011/Lilawangsa.

Innalillahi, Pon Yaya: Mengenang Sosok Kharismatik Abu Len

Danrem: Pengambilan Bantuan adalah Perintah untuk Mengamankan dari Jarahan

Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Ali Imran, membenarkan dan mengatakan bahwa pengambilan sebagian bantuan di Aceh Utara merupakan perintah darinya.

Tujuan pengambilan bantuan tersebut adalah untuk menyelamatkan logistik yang ditujukan kepada korban banjir, dari jarahan oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Kolonel Ali Imran menjelaskan bahwa di Korem Lilawangsa terdapat posko BNPB yang memiliki kewenangan untuk mengamankan bantuan korban banjir. Ia menyebutkan, selama ini keberadaan bantuan untuk korban banjir dan tanah longsor seringkali dijarah oleh kelompok tertentu untuk kepentingan organisasi mereka.

“Saya melaksanakan tugas mengamankan bantuan untuk korban banjir di Aceh Utara, dari jarahan oknum-oknum tak bertanggung jawab, termasuk salah satu ormas, kemudian dipergunakan untuk kepentingan organisasi mereka,” terang Danrem 001/Lilawangsa.

Gubernur Aceh Tetapkan Perpanjangan Keempat Status Tanggap Darurat Bencana

Ia menambahkan, “bahkan sembari bawa-bawa bendera terlarang.” Salah satu peristiwa yang dicontohkan adalah upaya paksa dari oknum ormas berpakaian militer di tengah laut Idi, Aceh Timur.

Sebagai prajurit TNI, Danrem menjelaskan, sesuai perintah Menkopolkam, seluruh bantuan dikoordinasikan oleh BNPB dan diatur oleh Korem.

Dia menjamin bahwa bantuan yang diambil di pelabuhan dan pendopo oleh prajurit TNI, tetap akan disalurkan kepada korban banjir dan tanah longsor di Aceh Utara.

“Besok saya ajak wartawan melihat langsung ke Korem. Kami mengamankan supaya bantuan itu jatuh ke tangan korban, bukan diselewengkan oleh oknum tak bertanggung jawab,” imbuhnya.

 

Bunda Salma: Perpanjangan Status Darurat Adalah Kunci Percepatan Pemulihan Aceh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *