Politik
Beranda » Berita » Sayuti Abubakar Resmi Pimpin Demokrat Aceh, AHY Tuntaskan Polemik Pascamusda

Sayuti Abubakar Resmi Pimpin Demokrat Aceh, AHY Tuntaskan Polemik Pascamusda

JAKARTA — Penantian soal siapa yang akan memimpin Partai Demokrat di Aceh akhirnya terjawab. Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) resmi menetapkan Sayuti Abubakar sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Aceh.

Keputusan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) DPP Partai Demokrat kepada Sayuti Abubakar di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (18/9/2026). SK diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron.

Penetapan ini sekaligus mengakhiri tahapan pemilihan Ketua Demokrat Aceh setelah Musyawarah Daerah (Musda) VI yang digelar di Banda Aceh pada 19 Agustus 2026.

Dalam Musda tersebut, dua nama muncul sebagai kandidat yang memenuhi dukungan untuk diproses ke tingkat DPP, yakni Sayuti Abubakar dan Nurdiansyah Alasta. Dalam hasil pemungutan suara Musda yang diberitakan Dialeksis, Sayuti memperoleh 15 suara, sedangkan Nurdiansyah meraih 9 suara.

Sebelumnya, Sekjen DPP Demokrat Herman Khaeron menyebut kedua nama tersebut memang telah memenuhi ketentuan dukungan minimal untuk diajukan kepada Ketua Umum. Keputusan akhir kemudian menjadi kewenangan AHY melalui mekanisme organisasi partai.

PKB Banda Aceh Resmi Awali Silaturahmi Perdana, Azhar H. Romen: Saatnya Hadir Lebih Dekat dengan Rakyat

Mandat Baru untuk Sayuti

Dengan diterbitkannya SK tersebut, Sayuti kini resmi memegang kendali organisasi Demokrat Aceh. Ia akan menghadapi agenda konsolidasi partai, termasuk penataan dan penguatan struktur Demokrat hingga tingkat kabupaten/kota.

Posisi baru ini menambah dimensi politik Sayuti yang saat ini juga menjabat sebagai Wali Kota Lhokseumawe periode 2025–2030.

Sementara itu, rivalnya dalam Musda, Nurdiansyah Alasta, merupakan anggota DPRA periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Aceh Tenggara dan Gayo Lues.

Setelah Musda, Konsolidasi Jadi Pekerjaan Rumah

Sekjen DPP Partai Aceh Aiyub Abbas Diduga Dikeroyok Massa di Tengah Polemik Penunjukan Ketua DPW PA Aceh Timur

Jauh sebelum keputusan DPP diumumkan, Herman Khaeron telah mengingatkan agar seluruh pendukung kandidat kembali menyatu setelah ketua terpilih ditetapkan.

Menurut Herman, proses pemilihan melalui Musda merupakan bagian dari mekanisme demokrasi internal partai. Namun, setelah keputusan dibuat, konsolidasi organisasi menjadi agenda yang tidak kalah penting.

DPP Demokrat juga menyatakan para pendukung kedua kandidat tetap akan diakomodasi dalam struktur organisasi.

Dengan keluarnya SK penetapan, babak baru Demokrat Aceh resmi dimulai.

Kini perhatian bergeser kepada langkah Sayuti dalam menyusun kepengurusan, merapikan konsolidasi internal, serta membawa Demokrat Aceh menghadapi agenda politik berikutnya.

Reintegrasi Tanpa Realisasi: JASA Bireuen Nilai Ketua BRA Belum Berpihak kepada Korban Konflik Aceh

SK sudah di tangan. Kepemimpinan sudah ditetapkan. Tantangan berikutnya adalah membuktikan soliditas Demokrat Aceh di bawah kepemimpinan Sayuti Abubakar.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *