ACEH UTARA – Guna mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan agama yang terdampak bencana alam, jajaran lintas instansi di Kabupaten Aceh Utara menggelar aksi gotong royong massal di Dayah Darul Aman, Desa Tanjong Dalam, Kecamatan Langkahan, pada Selasa (6/1/2026).
Aksi kemanusiaan ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif dalam merespons dampak banjir yang sempat melumpuhkan aktivitas di wilayah tersebut. Personel gabungan yang terlibat terdiri dari DPRK Aceh Utara, Sekretariat DPRK, Badan Dayah, Disperindagkop, hingga armada Pemadam Kebakaran (Damkar). Sejak pagi hari, ratusan personel berjibaku membersihkan sedimen lumpur yang mengendap di dalam kompleks dayah.
Banjir yang menerjang Kecamatan Langkahan menyisakan lumpur tebal di berbagai sudut Dayah Darul Aman, yang mengakibatkan aktivitas pengajian dan belajar-mengajar terhenti total.
Menyikapi kondisi tersebut, Tim Damkar mengerahkan armada untuk melakukan penyemprotan air bertekanan tinggi guna membersihkan lantai masjid, ruang kelas, hingga asrama santri. Secara paralel, jajaran Sekretariat DPRK bersama OPD terkait membantu mengevakuasi perlengkapan dayah serta membersihkan puing-puing sisa banjir di lingkungan sekitar.
Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali, SE., MM, yang hadir langsung di tengah-tengah kegiatan, menegaskan bahwa pemulihan fasilitas pendidikan agama merupakan prioritas utama. Ia menyampaikan pesan mendalam terkait urgensi sinergi lintas instansi ini:
“Musibah banjir di Langkahan adalah duka kita bersama. Dayah Darul Aman merupakan benteng pendidikan karakter anak-anak kita yang terdampak cukup berat. Kehadiran kami di sini adalah wujud nyata bahwa negara hadir dan tidak membiarkan lembaga pendidikan berjuang sendirian,” tegas Arafat Ali.
Beliau juga menambahkan bahwa koordinasi antara legislatif dan OPD teknis adalah kunci percepatan pemulihan sosial pasca bencana. “Kita ingin memastikan mulai besok atau lusa, para santri sudah bisa kembali memegang kitab dan mengaji dalam kondisi yang bersih dan layak,” tambahnya.
Aksi nyata ini mendapat sambutan hangat dari keluarga besar dayah. Pimpinan Dayah Darul Aman menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas inisiatif dan kepedulian para pimpinan daerah.
Menurutnya, kehadiran Ketua DPRK dan jajaran instansi pemerintah memberikan semangat baru bagi para santri yang sempat lesu akibat fasilitas mereka terendam banjir. Bantuan tenaga dan armada pembersih dinilai sangat meringankan beban pihak dayah dalam memulihkan kondisi lingkungan agar dapat segera digunakan kembali.
Kegiatan gotong royong ini berakhir pada sore hari dengan kondisi kompleks dayah yang sudah jauh lebih bersih. Ke depan, DPRK Aceh Utara berkomitmen untuk terus memantau kebutuhan infrastruktur dayah-dayah di daerah rawan bencana agar memiliki ketahanan yang lebih baik di masa mendatang. (Adv)















Komentar